Dondokambey: Selama Memimpin, Visi-Misi 90 Persen Dilaksanakan


Manado, MX

Sebelum memasuki tahap pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara (Sulut), pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Olly Dondokambey dan Steven Kandouw menggelar deklarasi, Rabu (2/9), di Hotel Peninsula Manado.

Tak hanya bermodalkan petahana, OD-SK juga didukung lima partai politik lainnya. Bersama Partai Gerindra, PKB, PPP, PSI, dan Partai Perindo, OD-SK dianggap paling siap hadapi pemilihan gubernur (pilgub) pada 9 Desember mendatang.

Dalam sambutannya Dondokambey mengatakan, dalam rangka deklarasi untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2020-2025 untuk pasangan OD-SK, ia berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan.

"Kami sangat berterima kasih karena kita baru meresmikan kantor pemenangan. Yang sudah bekerja keras seluruh tim pemenangan Olly-Steven dalam rangka pemilihan gubernur 2020 ini. Kami berdua telah mendapat amanat hampir lima tahun memimpin Sulut, visi-misi kami selama memimpin 90 persen telah dilakukan," katanya.

Olly menambahkan, selama 5 tahun kepemimpinan, program-program telah dirasakan oleh masyarakat, sehingga dalam kesempatan pesta demokrasi tahun 2020 dipercayakan kembali untuk melanjutkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur.

"Saya berterima kasih kepada seluruh pimpinan partai yang ada di Sulut yang bersama-sama dipercayakan untuk melanjutkan kepimpinan kami ke depan," terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Dondokambey, selama lima tahun ini secara simultan, baik roda-roda perekonomian seperti proyeksi infrastruktur yang ada di Sulut, berjalan dengan baik.

"Ini kita bisa lihat dengan nyata bahwa proyek-proyek infrastruktur sepanjang lima tahun, berjalan dengan baik. Seperti jalan tol Manado-Bitung, pembangunan ring road 3, dan minggu depan kita akan melakukan peletakan batu pertama pengembangan bandara Sam Ratulangi, pembangunan kerja nasional yang ada di Sulut untuk menangani sampah di Kota Manado, sampah di Minahasa Utara, sampah di Kota Bitung dan sebagian sampah yang ada di Kabupaten Minahasa," jelasnya.

"Ini sangat penting, karena Sulut menjadi tujuan destinasi pariwisata. Jadi kita penting memikirkan pengelolaan sampah karena Manado, Minut, Bitung itu jalur pariwisata yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dalam peningkatan ekonomi nasional, bukan ekonomi Sulut saja," tutupnya. (Eka Egeten)



Sponsors

Sponsors