Rektor Unima Resmi Dilantik Kemendikbud, Prof Katuuk Rektor 2020-2024


Jakarta, MX

Prof. Dr. Deitje Adolfin Katuuk, M.Pd secara resmi memegang kendali Rektor Universitas Negeri Manado (UNIMA) usai dilantik oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ainun Naim pada acara pelantikan pejabat perguruan tinggi dan pejabat fungsional di kantor Kemendikbud, Selasa (8/09) siang tadi.

 

 

 

Pada kesempatan yang sama Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ainun Naim juga turut melantik peneliti ahli utama Kemendikbud Dr. Ence Oos Mukhamad Anwas, M.Si.

“Kemendikbud terus mendorong akselerasi reformasi birokrasi, salah satunya dengan melantik pejabat struktural dan fungsional untuk meningkatkan performa organisasi, sehingga dapat bekerja lebih kreatif dan inovatif dalam berkontribusi bagi pemajuan bangsa,”tutur Ainun

Lebih lanjut dikatakan Ainun, bahwa perguruan tinggi seyogyanya menjadi garda terdepan dalam menciptakan solusi atas berbagai persoalan. Oleh karena itu, pemimpin yang mumpuni dalam menyikapi perkembangan di dunia kampus, mutlak harus dipenuhi.

“Saya harap, Universitas yang Saudara pimpin dapat semakin berkiprah dalam menciptakan gagasan-gagasan serta teknologi kreatif dan inovatif untuk mendukung Pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi kehidupan berbangsa,” pesan Ainun kepada Rektor Universitas Negeri Manado yang baru saja dilantik.

Sementara itu, Rektor Unima terpilih Prof. Dr. Deitje Adolfin Katuuk, M Pd mengucap syukur kepada Tuhan dan terima kasih kepada keluargaku, suami tercinta dan anak-anak atas doa dan motivasi selama proses ini. 

Terima kasih juga disampaikan kepada bapak Presiden, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta semua jajaran kementerian, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara khususnya ketua Dewan Penyantun Unima, Pak Gubernur Olly Dondokambey, senat Unima, para mantan Rektor Unima, para kandidat, para pendukung dan keluarga besar Universitas Negeri Manado.

"Terima kasih atas doa dan dukungannya. Proses mencari pemimpin telah usai, sekarang bersama kita bergotong royong membangun Unima dengan segala perbedaan. Karena perbedaan itu, merupakan potensi kita yang akan menjadi energi baru untuk Unima berprestasi, MAPALUS dan menjadikan Unima sebagai tempat membentuk manusia yang bermartabat untuk Indonesia maju,"tandasnya. (Imanuel Kaloh)



Sponsors

Sponsors