Tuuk Pertanyakan "Hutan Perawan" di Sulut


Manado, ME

Kawasan Hutan dan Konservasi Provinsi Sulawesi Utara diperkirakan memiliki luas kurang lebih 764.739 hektar. Dengan luas yang cukup signifikan, bumi nyiur melambai diperkiraan masuk dalam bagian paru-paru Indonesia. Hal ini dinilai dapat menguntungkan berbagai pihak. 

Untuk menjaga hal tersebut maka legislator gedung cengkih James Tuuk mempertanyakan pengelolaan hutan, terutama titik di mana hutan yang masih belum tersentuh oleh manusia (hutan perawan, red).

"Pertanyaaan di mana hutan di Sulut yang masih perawan," ujar Anggota Komisi II DPRD Sulut dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Dinas Kehutanan Sulut, Rabu (15/01).

"Menurut pemahaman saya salah satu indikasi hutan perawan, bagaimana bawah pohon belum ada gulma, kalau pakai satelit maka ini masih kategori hutan perawan. Misalnya di Dumoga Kabupaten Bolmong ada batas di mana hutan produktif dan di mana ada hutan perawan dilihat lewat titik koordinat," ungkap PoIitisi PDIP ini.

Menurutnya, Dinas Kehutanan Provinsi Sulut telah disiapkan dana yang cukup besar untuk melestarikan hutan yang ada di Sulut. "Dinas kehutanan kan telah digolontarkan dana yang besar. Jadi untuk alokasi anggaran untuk hutan perawan sudah sampai pada tahap mana," jelasnya.

"Jadi saya pertanyakan kembali, di mana hutan Sulut yang masih perawan. Kalau masih dalam memetakan berarti dinas tidak bekerja," tegasnya.

Menanggapi hal tersubut, Kepala Dinas Kehutanan Sulawesi Utara, Roy Tumiwa menggungkapkan bahwa untuk mengidentifikasi hutan perawan harus lewat dront cek.

"Untuk melihat apakah masih ada hutan perawan yang di Sulut harus lewat dront cek," ujar Tumiwa.

"Kalau untuk mencari hutan perawan di Sulut sudah tidak ada. Kalau hutan primer dan sekunder masih ada," tandas Tumiwa. (Eka Egeten)